TUGAS ETIKA PROFESI 3

Sebutkan contoh dan beri penjelasan mengenai standar Teknik (minimal 5) dan standar manajemen (minimal 5) yang relevan dengan Teknik Industri

  1. American Standard Testing and Material (ASTM)

ASTM merupakan organisasi internasional sukarela yang mengembangkan standarisasi teknik untuk material, produk, sistem dan jasa. ASTM berpusat di Amerika Serikat dan dibentuk pertama kali pada tahun 1898 oleh sekelompok insinyur dan ilmuwan untuk mengatasi bahan baku besi pada rel kereta api yang selalu bermasalah. Sekarang ini ASTM mempunyai lebih dari 12.000 standar. Standar ASTM banyak digunakan pada negara-negara maju maupun berkembang dalam penelitian akademisi maupun undustri.

  1. Japanese Industrial Standard (JIS)

JIS menentukan standar yang digunakan untuk kegiatan industri di Jepang. Proses standarisasi dikoordinasikan oleh Jepang Komite Standar Industri dan dipublikasikan melalui Asosiasi Standar Jepang. Hukum standar industri disahkan pada tahun 1949, yang membentuk landasan hukum bagi standar industri di Jepang. Hukum standarisasi industri direvisi pada tahun 2004 dan JIS diubah sejak 1 Oktober 2005, baru JIS telah diterapkan pada sertifikasi ulang.

  1. British Standard Institution (BSI)

BSI merupakan badan standar nasional Inggris yang pertama di dunia yang mewakili kepentingan ekonomi inggris dan sosial disemua organisasi standar Eropa dan internasional dan melalui pengembangan solusi informasi bisnis untuk organisasi inggris dari semua ukuran dan sektor. BSI bekerja dengan industri manufaktur dan jasa, bisnis, pemerintah dan konsumen untuk memfasiitasi produksi standar Inggris, Eropa dan internasional.

  1. Standar Nasional Indonesia (SNI)

SNI adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia, dimana semua produk atau tata tertib pekerjaan harus memenuhi standar SNI. SNI dirumuskan dengan memenuhi WTO code of good practice. SNI dirumuskan oleh panitia teknis dan diterapkan oleh BSN yaitu untuk membina, mengembangkan serta mengkoordinasikan kegiatan dibidang standarisasi secara nasional menjadi tanggung jawab badan standarisasi nasional (BSN). SNI merupakan adopsi identik dari ISO 3297:2007, ini dirumuskan panitia teknis 01-03, informasi dan dokumentasi, dan telah dibahas di rapat konsensus pada 21 November 2007 di Jakarta.

  1. The American Petroleum Institute (API)

API adalah asosiasi perdagangan Amerika Serikat terbesar untuk industri minyak dan gas alam. Ini klaim untuk mewakili sekitar 400 perusahaan yang terlibat dalam produksi, perbaikan, distribusi dan banyak aspek lain dari industri perminyakan. API mendistribusikan lebih dari 200.000 eksemplar publikasi setiap tahun. Publikasi, standar teknis, produk-produk elektronik yang dirancang bertujuan untuk membantu pengguna meningkatkan efisiensi dan efektivitas biaya operasi mereka, sesuai dengan persyaratan legislatif peraturan, menjaga kesehatan, menjamin keamanan dan melindungi lingkungan. Setiap publikasi diawasi oleh sebuah komite profesional industri, sebagian besar insinyur perusahaan anggota.

  1. Deutches Institut fur Normung (DIN)

DIN adalah institut Jerman untuk standarisasi, menawarkan stakeholder platform untuk pengembangan standar sebagai layanan untuk industri, negara dan masyarakat secara keseluruhan. DIN adalah sebuah organisasi nirlaba terdaftar dan telah berbasis di Berlin sejak tahun 1917. Tugas utama DIN adalah untuk bekerjasama dengan para pemangku kepentingan untuk mengembangkan standar berbasis konsensus yang memenuhi persyaratan pasar. DIN adalah standar nasional yang diakui yang mewakili kepentingan Jerman dalam organisasi standar Eropa dan Internasional.

Contoh dan penjelasan mengenai standar manajemen yang relevan dengan teknik industri adalah sebagai berikut:

  1. International Organization for Standardization (ISO)

Organisasi Standar Internasional (ISO) adalah suatu asosiasi global yang terdiri dari badan-badan standardisasi nasional yang beranggotakan tidak kurang dari 140 negara.  ISO merupakan suatu organisasi di luar pemerintahan (Non-Government Organization/NGO) yang berdiri sejak tahun 1947.  Misi dari ISO adalah untuk mendukung pengembangan standardisasi dan kegiatan-kegiatan terkait lainnya dengan harapan untuk membantu perdagangan internasional, dan juga untuk membantu pengembangan kerjasama secara global di bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan kegiatan ekonomi. Kegiatan pokok ISO adalah menghasilkan kesepakatan-kesepakatan internasional yang kemudian dipublikasikan sebagai standar internasional. Terdapat berbagai macam jenis ISO antara lain ISO 9001 yang merupakan sistem manajemen mutu dan merupakan persyaratan sistem manajemen yang paling populer di dunia. ISO 14001 yang merupakan standar yang berisi persyaratan-persyaratan sistem manajemen lingkungan. ISO 22000 merupakan standar yang berisi persyaratan sistem manajemen pangan. ISO/IEC 27001 merupakan standar sistem manajemen keamanan informasi. ISO/TS 16949 sebagai sistem manajemen mutu untuk industri otomotif. ISO/IEC 17025 merupakan standar yang berisi persyaratan untuk diterapkan oleh lembaga pengujian atau laboratorium. ISO 28000 berupa persyaratan terhadap sistem keamanan rantai pasokan. ISO 50001 adalah sebuah standar untuk manajemen energi dan lain-lain.

  1. Occupational Health and Safety Management System (OHSAS)

OHSAS singkatan dari Occupational Health And Safety Management System, yaitu sebuah sistem manajemen untuk kesehatan dan keselamatan kerja. Sistem OHSAS 18001 memungkinkan suatu perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat dengan menyediakan kerangka kerja dalam mengidentifikasi terhadap risiko kesehatan dan keselamatan kerja, mengurangi potensi kecelakaan, kepatuhan regulasi, dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.Yang melatar belakangi sistem OHSAS 18001 ini muncul karna Sikap kritis dari masyarakat dunia untuk mendorong industry yang beresiko ke pekerja untuk menerapkan suatu system manajemen yang aman bagi pekerjannya dan akhirnya terbitlah sistem OHSAS 18001 ini. Standard OHSAS 18000 dapat diintegrasikan dengan persyaratan manajemen lainnya seperti ISO 9001 & ISO 14001 sehingga mampu membantu perusahaan dalam mencapai tujuan dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

  1. Sistem Manajemen Kesekatan Keselamatan Kerja (SMK3)

Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3)  adalah bagian dari sistem  manajemen secara keseluruhan yang meliputi stuktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja  dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat  kerja yang aman, efisien dan produktif.SMK3 merupakan alat bantu yang dapat digunakan untuk memenuhi tuntutan dan persyaratan yang ada  dan berlaku yang berhubungan dengan jaminan keselamatan kerja dan kesehatan kerja. SMK3 merupakan sebuah sistem yang dapat diukur dan dinilai sehingga kesesuaian terhadapnya menjadi obyektif. SMK3 digunakan sebagai patokan dalam menyusun suatu sistem manajemen yang berfokus untuk mengurangi dan menekan kerugian dalam kesehatan, keselamatan dan bahkan properti.

  1. Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)

Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah suatu sistem kontrol dalam upaya pencegahan terjadinya masalah yang didasarkan atas identifikasi titik-titik kritis di dalam tahap penanganan dan proses produksi. HACCP merupakan salah satu bentuk manajemen resiko yang dikembangkan untuk menjamin keamanan pangan dengan pendekatan pencegahan (preventive) yang dianggap dapat memberikan jaminan dalam menghasilkan makanan yang aman bagi konsumen.Tujuan dari penerapan HACCP dalam suatu industri pangan adalah untuk mencegah terjadinya bahaya sehingga dapat dipakai sebagai jaminan mutu pangan guna memenuhi tututan konsumen. HACCP bersifat sebagai sistem pengendalian mutu sejak bahan baku dipersiapkan sampai produk akhir diproduksi masal dan didistribusikan. Oleh karena itu dengan diterapkannya sistem HACCP akan mencegah resiko komplain karena adanya bahaya pada suatu produk pangan. Selain itu, HACCP juga dapat berfungsi sebagai promosi perdagangan di era pasar global yang memiliki daya saing kompetitif.

  1. International Sustainability & Carbon Certification(ISCC)

ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) adalah sistem sertifikasi terkenal didunia untuk kelestarian lingkungan hidup dan pencegahan emisi gas rumah kaca (baca: green house gases emissions). Pada tahun 2010, pengakuan resmi sebagai organisasi internasional oleh negara Jerman. Pada Juli 2011, komisi negara Uni Eropa mengakui ISCC sebagai skema sertifikasi pertama yang mampu menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan Uni Eropa “Renewable Energy Directive’s (RED).Sebagai informasi, ISCC PLUS telah dikembangkan untuk pangan dan makanan ternak, teknikal/kimiawidan penerapan bioenergi lainnya. Sertifikasi ISCC dapat diterapkan untuk memenuhi persyaratan pada pangsa pasar bioenergi dalam upaya mendemonstrasikan kelestarian dan mampu telusur dari stok makanan ternak, dan industri kimia.Sertifikasi ISCC EU, ISCC DE dan ISCC DE 36th BimSchV, untuk sertifikasi bionergi pada pasar Uni Eropa sesuai dengan RED dan peraturan perundangan Jerman.Sertifikasi ISCC PLUS adalah sertifikasi sukarela untuk produk dan aplikasinya pada pangan, makanan ternak dan industri kimia. ISCC mencakup keseluruhan rantai pasokan dari perkebunan hingga ke pelanggan dan memastikan mampu telusur pada keseluruhan rantai pasokan. ISCC telah mengeluarkan lebig dari 4000 sertifikasi dan memastikan program audit yang memiliki efektivitas dan efisiensi tinggi pada sistem dokumen ISCC dan tool audit lainnya. ISSC juga memberikan perusahaan tingkat keamanan yang tinggi karena ISCC juga mencakup issue keberlangsungan secara sosail kemasyarakatan dengan atau tanpa biaya tambahan.

SUMBER:

https://seftianandriasandi.wordpress.com/2012/03/12/standar-teknik-asme/

https://www.academia.edu/8213469/Pengantar_teknik_industri

http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ZAMic9LRVvAJ:repository.binus.ac.id/content/IF132/IF13223473.doc+&cd=4&hl=en&ct=clnk&gl=id

http://www.nspe.org/membership/nspe-who-we-are-what-we-do/nspe-strategic-planhttp://www.iienet2.org/Default.aspx

http://www.spe.org/about/docs/professionalconduct.pdf

https://books.google.co.id/books?id=-zZJKn_CCEcC&pg=PA67&lpg=PA67&dq=kode+etik+organisasi+engineering&source=bl&ots=QAsLQ43db_&sig=o-OyhQ7kZdfsE3GMT_IJnA-nuPY&hl=en&sa=X&sqi=2&ved=0ahUKEwiz9ev8gvzLAhXMGJQKHYmoAQUQ6AEIUjAJ#v=onepage&q=kode%20etik%20organisasi%20engineering&f=false

https://books.google.co.id/books?id=sysstIhm1d8C&pg=PA172&lpg=PA172&dq=kode+etik+profesi+dari+American+Society+of+Mechanical+Engineering+(ASME)&source=bl&ots=Mj8ZNn0Aj0&sig=7Ze2GJJ5tYis6m-a_4fN4fnPm4c&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwj-nae24PjLAhWDWo4KHdC6D5kQ6AEILzAB#v=onepage&q=kode%20etik%20profesi%20dari%20American%20Society%20of%20Mechanical%20Engineering%20(ASME)&f=false

TUGAS ETIKA PROFESI 2

Jelaskan berbagai organisasi Profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang Teknik Indsutri baik regional maupun global (Minimal 5)

ORGANISASI PROFESI

  1. Ikatan Sarjana Teknik Manajemen Industri (ISTMI) merupakan organisasi profesi dari disiplin ilmu Teknik Industri (TI) dan Manajemen Industri (MI) di Indonesia yang didirikan di akarta pada tanggal 22 November 1986. Kelahiran organisasi ini didasari atas pertimbangan bahwa profesi TI dan MI telah diterima dikalangan yang sangat luas sejak masuknya disiplin sekitar 16 tahun sebelumnya. Keberadaan organisasi ini telah menembus batas-batas konvensional keteknikan atau keindustrian.
  2. Persatuan Insinyur Indonesia (PII) adalah organisasi profesi yang didirikan di kota Bandung pada tanggal 23 Mei 1953 untuk menghimpun para insinyur atau sarjana teknik di seluruh Indonesia. PII memiliki beberapa kode etik, diantaranya.
  3.      Catur Karsa

–     Mengutamakan keluhuran budi.

–     Menggunakan pengetahuan dan kemamuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat

manusia.

–     Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan

tanggung jawabnya.

–     Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasrakan keahlian professional keinsinyuran.

  1.   Warna

Warna dasar diambil orange, yaitu suatu warna yang diperoleh dari warna merah dan kuning,

sehingga efeknya adalah lebih terang dari merah, tetapi lebih lembut dari kuning.Orange

terletak di daerah setengah terang, sedangkan putih terletak di daerah terang sekali, sehingga

kombinasi orange dengan putih pada lingkaran luar menghasilkan warna yang kontras tetapi

tetapi tetap lembut. Untuk memberikan kontras kepada kedua kombinasi itu, maka warna

hitamdimunculkan, sehingga secara keseluruhan tercapailah kombinasi warna yang

harmonis. Dilihat dari pemaknaan warna, maka putih berarti suci atau keluhuran budi.

Kombinasi warna tersebut melambangkan dinamika PII dengan keluhuran budi dan penuh

kepercayaan dalam berkarya.

  1. Filosofi

Ditinjau secara keseluruhan, maka kombinasi bentuk dan warna di atas mencapai

keseimbangan yang harmonis, dan merupakan suatu komposisi bentuk dan warna yang

seimbang, yang senantiasa dapat diletakkan di atas latar belakang dengan warna apapun

tanpa mengurangi nilai dan artinya. Tafsiran secara lebih luas, bahwa PII berdiri teguh di

atas kaki sendiri, berbakti untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui ilmu pengetahuan

dan teknologi, tidak terpengaruh oleh sesuatu aliran politik, dan memberi kontribusi nyata

untuk kesejahteraan masyarakat.

  1.      E-Mailing List Group Komunitas Teknik Industri Indonesia (KTII)

Grup milis ini adalah wadah terhimpunnya komunitas profesi Teknik Industri dan merupakan wahana dan media komunikasi, diskusi dan silaturahmi. KTII dibentuk oleh 3 pilar organisasi profesi dengan latar belakang Teknik Industri yaitu BKTI-PII (Badan Kejuruan Teknik Industri – Persatuan Insinyur Indonesia), BKSTI (Badan Kerjasama Penyelenggara Pendidikan Tinggi Teknik Industri) dan ISTMI (Ikatan Sarjana Teknik Industri dan Manajemen Industri), bertujuan untuk membangun dan mengembangkan keprofesian di bidang Teknik Industri.

  1.    Institute of Industrial and System Engineering (IIE) adalah lembaga profesional yang

berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat

dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas. Lembaga ini didirikan pada 1948 dan

disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981, ketika nama ini diubah untuk

mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggota termasuk mahasiswa baik dan

kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika

Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di

timur laut Atlanta.

  1. Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) merupakan suatu asosiasi dimana setiap anggota ASTTI wajib selalu bersikap bertingkah laku dan bertindak berdasarkan etika umum seorang ahli pelaksana jasa konstruksi. Kode etik ASTTI antara lain.
  2.   Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar Fundamental untuk mewujudkan

manusia yang berjiwa Pancasila serta memiliki kesadaran Nasional yang tinggi, tunduk

kepada perundang-undangan & peraturan yang berlaku serta menghindarkan diri dari

perbuatan melawan hukum.

  1.   Tanggap terhadap kemajuan & senantiasa memelihara serta meningkatkan Kemampuan

Teknis, Mutu, Keahlian & Pengabdian profesinya seiring dengan perkembangan teknologi.

  1.   Penuh rasa tanggung jawab serta selalu berusaha untuk meningkatkan pemahaman mengenai

teknologi dan penerapannya yang tepat sebagai tuntutan dari keprofesionalan.

  1.   Disiplin serta berusaha agar pekerjaan yang dilaksanakannya dapat berdaya guna dan

berhasil guna melalui proses persaingan yang sehat serta menjauhkan diri dari praktek/

tindakan tidak terpuji yang mengakibatkan kerugian pihak lain.

  1.   Adil, Tegas, Bijaksana dan Arif serta Dewasa dalam membuat keputusan-keputusan

keteknisan dengan berpedoman kepada Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, Lingkungan,

serta Kesejahteraan Masyarakat.

KODE ETIK PROFESI BIDANG TEKNIK INDUSTRI

  1. Production Engineer/Officer/Manager memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu merahasiakan sistem produksi perusahannya, menjaga keamanan dari spesifikasi mutu produk yang dapat meningkatkan kualitas produk menjadi lebih tinggi.
  2. Facility Layout and Plant memiliki kode etik dalam bekerja yaitu dapat menyimpan rahasia kekurangan dan kelebihan fasilitas yang dimiliki perusahaan tersebut, tidak menyalahgunakan fasilitas yang akan dirancangnya, memperbaiki layout seefisien mungkin dengan dana yang tidak disalahgunakan.
  3. Product Design and Development memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu menjaga rahasia perusahaan mengenai inovasi produk yang belum diluncurkan, tidak membocorkan rahasia perusahaan yang menjadi tolok ukur kemajuan perusahaan.
  4. PPIC Officer/ Manager memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu menggunakan dana untuk pengadaan material sebaik mungkin dengan tidak menyalahgunakannya, tidak membocorkan rahasia dari proses produksi yang dilakukan.
  5. Maintenance Office/ Manager memiliki kode etik dalam bekerja, yaitu membuat jadwal pemeliharaan mesin, peralatan dsb dengan dana yang telah ditentukan, tidak membocorkan rahasia perusahaan mengenai peralatan apa saja yang di maintenance secara berkala.

sumber:

Kode Etik

https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Insinyur_Indonesiahttp://bkti-pii.or.id/komunitas-teknik-industri-indonesia-mailing-list/

http://www.astti.or.id/index.php?show=content&type=static&mid=3&id=3

http://prameswari-rizcha.blogspot.co.id/2012/06/profesi-bagi-lulusan-teknik-industri.html

ORGANISASI PROFESI YANG RELEVAN

Jelaskan dan uraikan organisasi profesi yang relevan untuk prodi teknik industry selain PII.

Organisasi yang relevan untuk prodi teknik industry yaitu adalah Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI). adalah organisasi profesi tingkat nasional yangberanggotakan para pakar, pemakai dan peminat ergonomi di berbagai bidang yang bersama-sama berhimpun dalam suatu wadah untuk menggalang kemampuan dalam bidangnya masing-masingmembina Ergonomi baik dalam keilmuan maupun dalam pemakaiannya sehingga potensi Ergonomidalam Pembangunan Nasional dapat lebih digali dan diwujudkan secara nyata. PEI berpusat di bandung dan didirikan oleh peserta Pertemuan Nasional Ergonomi pada tanggal 10Oktober 1987, bertempat di Gedung Labolatorium Teknologi 111 Institut Teknologi Bandung.  Perhimpunan Ergonomi Indonesia bertujuan untuk mengembang serta menerapkan iilmu Ergonomi dalam berbagai kegiatan teknologi, industri dan berbagai kegiatan lain yang menuntut pendekatan ergonomis,dengan sasaran mencapai keselarasan hubungan timbal-balik antara manusia, alat dan lingkungannya,serta untuk menjaga keseimbangan hubungan unsur-unsur fisikal, sosial, psikologikal bagi peningkatankualitas hidup yang lebih baik.

SUMBER : http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/diana-septi-purnama-mpd/membangun-etika-mahasiswa.pdf

https://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof

PENTINGNYA MEMAHAMI ETIKA PROFESI

Etika dalam Sebuah profesi mensyaratkan bahwa seseorang harus mempunyai keahlian sesuai dengan profesinya. Misalnya saja setelah tamat sarjana khususnya Sarjana Teknik Industri untuk dapat bekerja kita dituntut untuk mempunyai keahlian seperti kita dapat melakukan penjadwalan produksi, pengendalian kualitas dll. Jika kita sebagai lulusan Sarjana Teknik Industri yang tidak mempunyai keahlian apapun maka perusahaan tidak akan tertarik. Maka dari itu kita harus lebih memahami etika profesi khususnya untuk sarjana teknik industri.

SUMBER : http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/diana-septi-purnama-mpd/membangun-etika-mahasiswa.pdf

https://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof

AKTIVITAS TIDAK BERETIKA PROFESIONAL

 

Aktivitas tidak beretika professional dalam bekerja sebagai seorang sarjana teknik industri, yaitu:
1. Tidak mengikuti peraturan
Seorang pekerja tidak dapat mengikuti peraturan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional, karena setiap perusahaan pasti memiliki peraturan-peraturan yang wajib dilaksanakan.
2. Tidak konsisten dalam bekerja
Seorang pekerja melakukan pekerjaan selain dari jobdesk yang telah ditentukan tidak masalah apabila pekerjaannya telah selesai tetapi jika belum selesai pekerja tersebut ingin mengerjakan pekerjaan lain hanya karena keuntungannya lebih besar berarti dia tidak memiliki etika professional.
3. Tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tempat bekerja
Suatu perusahaan atau tempat seseorang bekerja memiliki rahasia terutama dalam tujuan untuk bisa terus mempertahankan eksistensi perusahaan tsb. Apabila seorang pekerja tidak dapat menjaga kerahasiaan perusahaan tsb, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
4. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas
Seorang pekerja dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Jika tidak, maka dianggap tidak memiliki etika professional.
5. Memakai jabatan sebagai senjata utama
Seorang direktur yang baik bukan hanya memerintah dan menerima hasil pekerjaan karyawannya tetapi juga peduli terhadap bawahannya, memberikan apresiasi dan kepedulian bagi setiap para pekerjanya, serta terjun langsung untuk mengontrol dan mengawasi pegawainya, perusahaan akan berjalan dengan harmoni dan berkembang pesat apabila karyawan dan atasannya dapat bekerja sama dengan baik dan memiliki hubungan yang baik sehingga setiap pekerja sangat menikmati pekerjaannya.

SUMBER : http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/diana-septi-purnama-mpd/membangun-etika-mahasiswa.pdf

https://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof

KARAKTER TIDAK BERETIKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

  1. Tidak menjunjung tinggi kejujuran seperti, menyontek, plagiat, memalsukan tanda tangan. Hal tersebut sangat merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain. Selain itu agama pun melarang tindakan yang tidak dilandasi kejujuran.
  2. Berperilaku tidak sopan dan santun dalam bergaul di lingkungan kampus maupun di masyarakat umum.
  3. Berpenampilan yang melanggar tata tertib. Seperti halnya mahasiswa saat ini yang berpenampilan elegan sesuai dengan mode tetapi tidak memperhatikan aturan dan kesopanan dalam berpakaian.
  4. Bertindak anarkis. Biasanya disaat mahasiswa berdemonstrasi menuntun keadilan etika lah yang menjadi alat kontrol yang dapat menahan mahasiswa agar tidak bertindak anarkis.
  5. Tidak bertanggung jawab. Hal ini memacu pada tindakan sesorang dalam melakukan perbuatan dimana tidak dilandasi rasa tanggung jawab. Seperti contohnya mencoret-coret ditembok jalanan.

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/diana-septi-purnama-mpd/membangun-etika-mahasiswa.pdfhttps://www.academia.edu/4977938/Tugas_2_etprof

RENCANA PEMASARAN BAJU GAMIS

Strategi marketing atau Strategi pemasaran memegang peranan sangat penting dalam kegiatan usaha atau bisnis, Tidak terkecuali bagi usaha atau bisnis pakaian. Didunia ini mungkin sudah banyak strategi marketing pakaian yang dijalankan oleh pengusaha busana. Yang perlu kita ingat adalah bahwa strategi marketing atau pemasaran tidak sama dengan strategi penjualan, Karena pada dasarnya penjualan merupakan bagian dari pemasaran.
Kalau kita bicara tentang strategi marketing pakaian, Tentu kita akan berbicara tentang strategi bagaimana membuat produk pakaian yang diinginkan konsumen dan bagaimana barang bisa sampai kepada konsumen dengan baik. Untuk hal ini, Tentu pengusaha pakaian tidak bisa hanya dengan menebak atau memperkirakan tanpa melalui survey yang memadai.
Selama ini mungkin kita sudah sering mendengar atau membaca tentang elemen-elemen marketing atau sering disebut marketing mix. Yang jadi pertanyaan adalah apa dasar memadukan elemen-elemen marketing agar bisa menghasilkan kekuatan dalam persaingan dipasar?, Jawabannya adalah kebutuhan dan keinginan konsumen.
Bagaimana menciptakan strategi marketing pakaian yang baik dan efektif dengan dasar informasi dari konsumen?.
Langkah Pertama

Mempunyai produk yang dijual dengan katalog yang memadai, Rekening Bank, Expedisi pengiriman barang yang terpercaya dan nomor telpon.

Baca artikel terkait dengan judul cara menciptakan katalog produk multy fungsi dibawah ini;

*  Cara Menciptakan Katalog Produk Multy Fungsi.

Langkah Kedua
Menciptakan saluran distribusi atau jaringan distribusi barang dalam bentuk keagenan. Langkah-langkahnya;
  1. Cari informasi tentang agen-agen yang sudah ada melalui majalah. Untuk agen busana muslim bisa dengan mudah ditemukan pada majalah muslim. Misal majalah Ummi, Alia dll. Pada majalah tersebut bisa kita temui beberapa keagenan busana, Misal sik clothing, Rabbani, Dannis, Keke dll.
  2. Ajukan penawaran kerjasama, Awali dengan telpon kemudian kirim katalog dan dokumen penunjang lainnya, Misal syarat transaksi.
Ini merupakan langkah awal dalam strategi marketing pakaian yang baik dan efektif. Apa yang harus dilakukan setelah jaringan pemasaran keagenan diatas terbentuk?.
Langkah Ketiga
Ini merupakan kunci dasar dari strategi pemasaran pakaian dimaksud diatas agar tercipta pemasaran optimal jangka panjang. Yaitu membangun keakraban dengan semua level agen melalui gathering yang menarik dan berkesan. Manfaat diadakan gathering;
  1. Membangun kedekatan dan keakraban sebagai satu keluarga besar antara Pemilik produk, Agen level atas dan agen dibawahnya. Dengan cara ini akan tercipta loyalitas dari agen penjualan.
  2. Menggali informasi tentang produk pakaian yang disukai dan diinginkan konsumen. Baik dari segi model, Motif, Harga dan Warna.
  3. Dapatkan informasi tentang pelayanan pengiriman barang yang terbaik untuk agen.
  4. Dapatkan informasi hadiah apa yang menarik bagi agen jika mampu mencapai target penjualan yang ditentukan.
  5. Dapatkan kritik dan saran membangun untuk kemajuan bisnis jangka panjang.
  6. Dapatkan informasi dari agen mengenai strategi promosi yang lebih tepat untuk perkembangan jaringan pemasaran dan merek produk.
  7. Sampaikan rencana program atau strategi pemasaran yang akan dijalankan dimasa yang akan datang kepada agen. Hal ini untuk mendapatkan tanggapan dari agen.
Strategi marketing busana yang baik dan efektif harus berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen, Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, Kita perlu informasi yang akurat dari pemakai produk melalui jaringan penjualan dari produk yang dipasarkan. Untuk itu pemilik produk perlu membentuk dan membangun jaringan pemasaran yang loyal untuk bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkan.
Demikian tadi artikel marketing dari Go Klaten Jualan Go dengan tema strategi marketing pakaian yang baik dan efektif. Semoga artikel marketing diatas bermanfaat bagi pembaca.